JAKARTA, ARUSMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan melakukan evaluasi tarif Transjabodetabek pada Juni 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan transportasi publik sekaligus memastikan pengembangan layanan tetap berjalan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa kajian tarif akan dilakukan secara menyeluruh sebelum pemerintah memutuskan kebijakan tarif yang akan diterapkan ke depan.

Menurut Pramono, evaluasi tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara kualitas layanan transportasi publik dan kemampuan masyarakat dalam mengaksesnya.

“Kajian akan dilakukan secara menyeluruh sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait tarif Transjabodetabek,” ujar Pramono.

Dalam proses evaluasi tersebut, Pemprov Jakarta akan mempertimbangkan sejumlah aspek strategis. Di antaranya tingkat okupansi atau jumlah penumpang, biaya operasional layanan, hingga dampak kebijakan tarif terhadap mobilitas warga di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Meski evaluasi dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, Pramono memastikan belum ada keputusan mengenai perubahan tarif Transjabodetabek.

Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah yang paling tepat, baik mempertahankan tarif yang berlaku saat ini, melakukan penyesuaian, maupun mengambil opsi kebijakan lainnya.

Rencana evaluasi tarif ini menjadi perhatian masyarakat mengingat layanan Transjabodetabek terus berkembang dan semakin diminati sebagai moda transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai kota penyangga.

Selain menawarkan alternatif perjalanan yang lebih efisien, Transjabodetabek juga berperan dalam mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Kehadiran layanan ini dinilai membantu mengurangi kemacetan serta mendukung sistem transportasi yang lebih terintegrasi di kawasan metropolitan.

Dengan cakupan layanan yang terus diperluas dan jumlah pengguna yang cenderung meningkat, hasil evaluasi tarif Transjabodetabek pada pertengahan 2026 diperkirakan menjadi salah satu kebijakan transportasi yang paling dinantikan oleh masyarakat Jabodetabek.(AM01)