LOMBOK TENGAH, ARUSMEDIA.ID – Ajang Pocari Sweat Run Lombok 2026 kembali membuktikan bahwa olahraga mampu menjadi penggerak pariwisata sekaligus ekonomi daerah.
Digelar di Kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu (11/7/2026), event yang diikuti sekitar 9.200 pelari dari berbagai daerah ini semakin memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Tak hanya menghadirkan atmosfer kompetisi yang meriah, penyelenggaraan Pocari Sweat Run juga memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif di NTB. Kehadiran ribuan peserta beserta keluarga dan pendampingnya turut meningkatkan perputaran ekonomi selama pelaksanaan kegiatan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Pocari Sweat Run yang untuk kedua kalinya digelar di Mandalika.
Menurutnya, berbagai evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti sehingga kualitas penyelenggaraan terus meningkat dan semakin mendekati standar internasional.
“Kita berharap event ini berkembang menjadi world-class marathon, sehingga mampu menarik lebih banyak peserta mancanegara untuk datang ke Lombok,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia menegaskan, pengembangan sport tourism menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, event olahraga tidak hanya mendatangkan ribuan peserta, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menikmati berbagai destinasi wisata, kuliner khas daerah, produk UMKM, hingga kekayaan budaya yang dimiliki NTB.
Karena itu, Pemprov NTB berkomitmen memperbanyak penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun internasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem sport tourism di Mandalika.
Berbagai agenda tersebut juga menjadi rangkaian menuju penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang dijadwalkan kembali berlangsung pada Oktober mendatang.
Selain lomba lari, Pocari Sweat Run Lombok 2026 juga menghadirkan beragam side event yang dapat dinikmati masyarakat umum.
Kehadiran berbagai aktivitas pendukung tersebut membuat manfaat event tidak hanya dirasakan para peserta, tetapi juga pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta masyarakat di sekitar kawasan Mandalika.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI Taufik Hidayat menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sport tourism di NTB.
Menurutnya, olahraga kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Event seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kami berharap semakin banyak penyelenggara maupun brand nasional yang menghadirkan event berskala besar di NTB,” katanya.
Dari sisi penyelenggara, Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta dari luar daerah.
Sebanyak 72 persen peserta tercatat berasal dari luar Pulau Lombok, menunjukkan besarnya daya tarik event tersebut sebagai magnet kunjungan wisata.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menikmati destinasi wisata, kuliner, dan berbagai atraksi di Lombok sehingga manfaat sport tourism dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Komitmen memperkuat sport tourism juga ditunjukkan ITDC melalui pengembangan fasilitas olahraga di kawasan Mandalika.
Selain mencatat tingginya tingkat hunian akomodasi selama event berlangsung, ITDC menghadirkan Mandalika Street Food Festival sebagai ruang promosi kuliner dan UMKM lokal, sekaligus meresmikan tiga lapangan padel dan satu lapangan basket untuk melengkapi fasilitas olahraga di kawasan tersebut.
Pemprov NTB optimistis sport tourism akan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin lengkap, kalender event yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, Mandalika terus dipersiapkan sebagai destinasi olahraga berkelas dunia yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan investasi, memperkuat daya saing pariwisata, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat NTB.(AM02)






