LOMBOK TENGAH, ARUSMEDIA.ID – Bukan hanya soal kecepatan motor dan ketatnya persaingan di lintasan, keselamatan pembalap menjadi salah satu pertaruhan terbesar dalam gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Di balik itu, tim medis asal Nusa Tenggara Barat (NTB) justru mendapat pengakuan tinggi dari Dorna Sports, pemegang hak komersial MotoGP.
Tim medis yang disiapkan RSUD Provinsi NTB disebut memiliki kemampuan penanganan kegawatdaruratan olahraga atau sports emergency yang memenuhi standar internasional.
Bahkan, menurut Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, kualitas tim tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan tim medis di sejumlah negara Eropa.
Pengakuan itu disampaikan Dorna menjelang berlangsungnya MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan digelar pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah.
“Tim medis ini adalah tim medis emergency untuk sport yang terbaik, salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan, rank-nya lebih tinggi dari sejumlah negara Eropa,” kata Gubernur Iqbal, Kamis (8/10/2026).
Menurut Gubernur Iqbal, pengakuan Dorna tersebut tidak sekadar berupa penilaian. Tim medis RSUD Provinsi NTB bahkan disebut mendapatkan lisensi khusus yang diberikan Dorna dan disebut sebagai super license.
Lisensi itu mencakup sistem penanganan medis secara menyeluruh. Artinya, kesiapan tidak hanya dinilai dari kemampuan tenaga medis ketika berada di dalam sirkuit, tetapi juga dari sistem evakuasi hingga kesiapan rumah sakit rujukan.
“Dorna yang memberikan lisensi, yang dia sebut sendiri super license, kepada tim dari RSUD NTB. Jadi, ini sudah license, baik di rumah sakitnya, mulai dari sini sampai di rumah sakit,” jelas Gubernur Iqbal.
Sistem tersebut dirancang secara terintegrasi melalui tiga unsur utama. Pertama, tim medis yang bertugas langsung di area sirkuit.
Kedua, tim yang menangani kedaruratan sekaligus proses evakuasi. Ketiga, tim medis di RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan.
Skema ini memungkinkan setiap insiden ditangani secara berjenjang dan cepat, mulai dari pertolongan pertama di lokasi kejadian hingga pasien mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.
Dengan karakter balapan MotoGP yang memiliki risiko kecelakaan berkecepatan tinggi, kecepatan respons menjadi faktor krusial.
Karena itu, kesiapan medis tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada sistem evakuasi yang mampu memangkas waktu perpindahan pasien.
Kesiapan medis MotoGP Mandalika 2026 juga diperkuat dengan dukungan Basarnas. Dua unit helikopter disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang membutuhkan evakuasi melalui jalur udara.
Kedua helikopter tersebut merupakan jenis AS 365 N3+ Dauphin dengan nomor registrasi HR-3601 dan HR-3604.
Sebelum balapan berlangsung, kedua helikopter telah menjalani pengecekan jalur penerbangan sekaligus titik pendaratan di RSUD Provinsi NTB dan Pertamina Mandalika International Circuit pada Rabu (7/10/2026).
Helikopter HR-3601 tercatat mendarat di helipad RSUD Provinsi NTB pada pukul 13.17 Wita. Lima menit kemudian, HR-3604 menyusul mendarat pada pukul 13.22 Wita.
Setelah pengecekan selesai, kedua helikopter kembali melanjutkan penerbangan menuju kawasan Mandalika. Keduanya tiba di helipad sirkuit pada pukul 13.42 Wita.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, keberadaan dua helikopter tersebut merupakan bagian dari strategi mempercepat respons apabila terjadi insiden yang membutuhkan Evakuasi Medis Udara (EMU).
“Kami menyiagakan dua unit helikopter beserta crew dan tim medis untuk memastikan respons cepat jika terjadi insiden darurat yang membutuhkan Evakuasi Medis Udara (EMU),” ujar Hariyadi.
Kesiapan ini menjadi penting mengingat kecelakaan dalam balapan MotoGP dapat membutuhkan tindakan medis dalam hitungan menit.
Dengan helikopter yang sudah dipersiapkan sekaligus dilakukan pengecekan terhadap jalur dan titik pendaratan, proses evakuasi diharapkan dapat berlangsung cepat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Di tengah sorotan terhadap aspek keselamatan dan kesiapan medis, Gubernur Iqbal menilai MotoGP Mandalika memiliki nilai lebih yang tidak sekadar terletak pada kompetisi di lintasan.
Menurutnya, Mandalika menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan penyelenggaraan MotoGP di negara lain. Keunikan tersebut menjadi salah satu kekuatan yang ingin ditonjolkan NTB kepada dunia.
“Anda bisa lihat MotoGP di seluruh dunia, tetapi dari tempat lain belum tentu Anda bisa merasakan MotoGP Mandalika. Jadi, ini nilai khas dari MotoGP Mandalika,” ujar Gubernur Iqbal.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana MotoGP Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai ajang olahraga internasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkenalkan karakter dan daya tarik NTB kepada masyarakat dunia.
Dengan dukungan sistem medis berstandar internasional, kesiapan evakuasi udara, serta pengalaman wisata yang menjadi ciri khas Lombok, MotoGP Mandalika 2026 kembali membawa nama NTB ke panggung global.
Kini, ketika suara mesin MotoGP bersiap kembali menggema di Mandalika pada 9–11 Oktober, perhatian tidak hanya tertuju pada siapa yang akan menjadi pembalap tercepat.
Di balik hiruk-pikuk lintasan, kesiapan tim medis dan sistem keselamatan menjadi bagian penting yang memastikan balapan dunia tersebut dapat berlangsung dengan standar keamanan yang tinggi.(AM04)






