MATARAM, ARUSMEDIA.ID – Kehadiran polisi di tengah kesibukan warga menjadi salah satu bentuk pelayanan publik yang paling mudah dirasakan secara langsung.
Hal itu ditunjukkan Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, yang turun langsung mengatur arus lalu lintas di Simpang Empat BI, Kota Mataram, Senin (26/10/2026) pagi.
Sekitar pukul 06.30 Wita, saat aktivitas masyarakat mulai meningkat, Brigjen Pol. Hari Nugroho berada di persimpangan untuk membantu kelancaran kendaraan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polda NTB mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus mendukung program prioritas Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto bertajuk Polisi Bersama Masyarakat.
Pengaturan lalu lintas pada jam sibuk bukan sekadar upaya mengurai kepadatan kendaraan. Di balik kegiatan tersebut, ada kebutuhan masyarakat untuk menjalani aktivitas pagi dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan berarti.
“Kehadiran polisi di jalan menjadi bentuk pelayanan langsung, untuk membantu masyarakat memulai aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho di sela kegiatan.
Pagi hari menjadi salah satu periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Arus kendaraan yang meningkat menuntut pengaturan lalu lintas yang sigap agar perjalanan warga tetap lancar dan risiko kecelakaan dapat ditekan.
Dalam situasi tersebut, kehadiran personel kepolisian di titik-titik strategis menjadi bagian penting dari pelayanan publik.
Petugas tidak hanya bertugas mengatur pergerakan kendaraan, tetapi juga membantu menciptakan ketertiban dan meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas.
Keterlibatan langsung pimpinan kepolisian di lapangan turut menunjukkan pentingnya memastikan pelayanan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya membangun citra kepolisian yang responsif, humanis, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Brigjen Pol. Hari Nugroho menegaskan bahwa Polri ingin memastikan masyarakat merasakan kehadiran institusi kepolisian melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui imbauan.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasakan kehadiran Polri melalui tindakan nyata, termasuk membantu kelancaran arus lalu lintas pada pagi hari,” katanya.
Program Polisi Bersama Masyarakat tidak hanya berfokus pada pelayanan di jalan raya. Program tersebut juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.
Melalui komunikasi yang terbuka, polisi diharapkan dapat menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, serta memahami persoalan keamanan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sebaliknya, warga juga memiliki ruang untuk menyampaikan informasi yang dapat membantu kepolisian mengambil langkah pencegahan maupun penanganan gangguan keamanan.
Menurut Brigjen Pol. Hari Nugroho, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Ia mengajak warga untuk ikut menjaga keamanan lingkungan, memelihara kerukunan, serta tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Pendekatan kolaboratif ini menjadi penting di tengah beragamnya aktivitas masyarakat. Hubungan yang baik antara polisi dan warga dapat membantu memperkuat kepercayaan sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara lebih cepat dan tepat.
Selain pengaturan lalu lintas, Polda NTB juga mengoptimalkan berbagai kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
Upaya tersebut mencakup patroli, edukasi tertib berlalu lintas, kegiatan sosial, hingga pendekatan melalui kegiatan keagamaan bersama warga.
Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pelayanan kepolisian sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Dengan pendekatan yang lebih terbuka, kepolisian diharapkan dapat hadir tidak hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan pembinaan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk melaporkan gangguan keamanan maupun keadaan darurat yang membutuhkan bantuan kepolisian.
Layanan tersebut menjadi salah satu saluran komunikasi yang dapat digunakan warga ketika membutuhkan respons kepolisian. Karena itu, masyarakat diharapkan mengetahui dan memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai kebutuhan.
Brigjen Pol. Hari Nugroho menekankan bahwa sinergi antara polisi dan masyarakat merupakan kunci dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kolaborasi tersebut perlu dibangun melalui komunikasi, kepedulian, serta partisipasi aktif warga dalam memelihara ketertiban.
“Sinergi polisi dan masyarakat menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman. Kami berharap warga memanfaatkan layanan kepolisian, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tutup Brigjen Pol. Hari Nugroho.
Melalui kegiatan pengaturan lalu lintas di Simpang Empat BI, Mataram, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang dekat dengan aktivitas masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama, yang dapat dimulai dari hal sederhana: tertib berlalu lintas, peduli terhadap lingkungan, dan membangun komunikasi yang baik dengan kepolisian.(AM04)






