MATARAM, ARUSMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya modus penipuan digital yang mencatut nama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Pelaku diduga memanfaatkan aplikasi WhatsApp (WA) dengan menawarkan giveaway senilai Rp100 juta untuk mengelabui calon korban.
Modus tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari mengirimkan surat palsu, menghubungi korban melalui panggilan suara maupun video call, hingga meminta data pribadi dengan dalih proses verifikasi penerima hadiah. Setelah korban percaya, pelaku kemudian meminta sejumlah uang yang disebut sebagai biaya administrasi pencairan hadiah.
Pemprov NTB menegaskan bahwa informasi mengenai giveaway Rp100 juta tersebut merupakan hoaks dan bagian dari upaya penipuan yang bertujuan merugikan masyarakat.
Sebab, Pemprov NTB tidak pernah menyelenggarakan giveaway ataupun program hadiah yang mengharuskan masyarakat membayar biaya administrasi, pajak, maupun pungutan dalam bentuk apa pun.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pesan singkat, telepon, maupun video call yang mengatasnamakan Gubernur NTB atau pejabat pemerintah lainnya, terutama jika disertai permintaan data pribadi maupun transfer uang.
Pemprov NTB juga mengingatkan warga agar tidak pernah memberikan informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor KTP, nomor rekening, PIN, kata sandi (password), hingga kode One Time Password (OTP) kepada pihak yang tidak dikenal. Data tersebut berpotensi disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan siber.
Selain itu, masyarakat diminta menolak setiap permintaan transfer uang yang mengatasnamakan pencairan hadiah, bantuan sosial, maupun program pemerintah lainnya. Pemerintah menegaskan seluruh layanan resmi tidak pernah meminta pembayaran sebagai syarat pencairan bantuan atau hadiah.
Apabila menerima pesan, telepon, atau video call dengan modus serupa, masyarakat diimbau untuk tidak merespons, segera memblokir nomor pelaku, serta melaporkannya kepada pihak berwenang agar tidak ada korban lainnya.
Pemprov NTB turut mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital dan selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima melalui kanal resmi pemerintah.
Sikap kritis dan kehati-hatian dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan digital yang kini semakin beragam dan kian canggih.
Dengan meningkatnya kewaspadaan serta tidak mudah tergiur iming-iming hadiah bernilai besar, masyarakat diharapkan dapat melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat maupun instansi pemerintah.(AM02)






