JAKARTA, ARUSMEDIA.ID – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Dino Patti Djalal, menyoroti belum selesainya proses penyerahan surat kepercayaan sejumlah duta besar asing yang telah ditugaskan di Indonesia.

Akibatnya, belasan diplomat dari negara sahabat hingga kini belum dapat menjalankan tugas diplomatik mereka secara resmi.

Melalui unggahan di akun media sosial X, Dino mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 17 calon duta besar asing yang telah tiba di Jakarta dan menunggu kesempatan untuk menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Republik Indonesia.

“Saya dapat info bahwa ada 17 calon Dubes asing yang sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih menunggu waktu untuk memberikan surat kepercayaan kepada Presiden,” tulis Dino.

Menurut Dino, sebagian diplomat tersebut telah menunggu dalam kurun waktu yang cukup lama. Bahkan, ada calon duta besar yang sudah berada di Indonesia selama delapan bulan tanpa bisa memulai tugas resminya.

Sementara beberapa perwakilan negara anggota ASEAN disebut telah menunggu sekitar enam bulan.

“Dari mereka ada yang sudah menunggu delapan bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yang menunggu enam bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi,” lanjutnya.

Dino menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesan kurang baik di mata negara-negara sahabat. Pasalnya, para diplomat yang telah menerima mandat resmi dari pemerintah negaranya belum dapat menjalankan fungsi diplomatik secara penuh karena belum menyelesaikan tahapan formal penyerahan surat kepercayaan.

Menurutnya, praktik tersebut berbeda dengan pengalaman yang umumnya dialami para duta besar Indonesia di luar negeri.

Ia menyebut diplomat RI biasanya dapat segera menyerahkan surat kepercayaan kepada kepala negara penerima setelah tiba di negara penempatan.

“Ini memberikan kesan buruk bagi negara-negara sahabat yang mengirim duta besarnya ke Indonesia, apalagi Dubes Indonesia di luar negeri selalu dengan cepat menyerahkan surat kepercayaan kepada host country,” ujarnya.

Dino menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan untuk menyalahkan pihak tertentu. Namun, ia berharap Istana dapat segera mengambil langkah penyelesaian agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan berdampak pada citra diplomasi Indonesia.

“Tanpa menyalahkan siapa pun, mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana karena menyangkut reputasi diplomatik kita,” tegasnya.

Keterlambatan penyerahan surat kepercayaan duta besar asing menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kelancaran hubungan diplomatik Indonesia dengan berbagai negara mitra.

Semakin lama proses tersebut tertunda, semakin lama pula para duta besar tidak dapat menjalankan tugas dan kewenangan resmi mereka sebagai perwakilan negara di Indonesia.

Situasi ini pun memunculkan perhatian dari sejumlah kalangan diplomatik karena menyangkut efektivitas hubungan bilateral sekaligus reputasi Indonesia dalam tata kelola diplomasi internasional.(AM01)